TOKYO, iNews.id - Hampir 60 politisi di parlemen Majelis Rendah Jepang, termasuk Perdana Menteri Sanae Takaichi, meneken petisi menyerukan penambahan toilet wanita di gedung parlemen.
Mereka mengeluhkan sedikitnya toilet wanita di gedung wakil rakyat, karena kini semakin banyak perempuan menjadi anggota parlemen.
Jumlah politisi perempuan meningkat pesat berdasarkan hasil pemilu legislatif terakhir pada 2024. Setahun kemudian Takaichi menjadi perdana menteri perempuan pertama negara itu pada Oktober lalu.
Namun saat ini hanya ada satu toilet wanita dengan dua bilik di dekat ruang sidang utama. Fasiltas itu sangat tidak memadai karena saat ini ada 73 perempuan menjadi anggota majelis rendah atau DPR.
“Sebelum sidang pleno dimulai, begitu banyak anggota parlemen perempuan harus mengantre panjang di toilet,” kata Yasuko Komiyama, anggota oposisi, Partai Demokrat Konstitusional.