Ketika Trump Ditanya Punya TikTok atau Tidak 

Anton Suhartono
Donald Trump menegaskan tak punya aplikasi TikTok di ponselnya, namun bisa berubah pikiran (Foto: AP)

"TikTok punya tempat yang hangat di hati saya," kata Trump.

Selama masa jabatan periode pertama sebagai presiden AS, Trump berusaha memblokir TikTok dengan alasan berbahaya bagi keamanan nasional.

Namun, setelah diblokir pemerintahan Joe Biden di pengujung masa jabatannya, Trump memerintahkan Departemen Kehakiman untuk mencabut aturan itu hingga awal April 2025. Namun muncul sejumlah pertanyaan, termasuk apakah Trump memiliki kewenangan untuk mencabut kebijakan Biden tersebut. Selain itu apakah perusahaan induk TikTok di China, ByteDance, mau memenuhi aturan main di AS, yakni menjual platform media sosial populer tersebut.

Trump, dalam instruski presiden, yang ditandatangani pada Senin lalu, meminta Jaksa Agung AS untuk menghentikan larangan tersebut selama 75 hari sembari pemerintahannya menentukan langkah yang tepat guna melindungi keamanan nasional.

Berdasarkan undang-undang federal yang ditegakkan oleh Mahkamah Agung pekan lalu, ByteDance diharuskan menjual platform tersebut kepada pembeli yang disetujui paling lambat pada Minggu atau menghadapi pemblokiran seraca nasional. 

Pada Sabtu (18/1/2025) malam, beberapa jam sebelum larangan berlaku, TikTok tidak bisa digunakan oleh pengguna AS. Namun, aplikasi tersebut bisa diakses kembali keesokan harinya.

TikTok memuji Trump karena telah membantu platformnya.

Undang-undang federal yang disahkan dengan dukungan bipartisan, Partai Republik dan Partai Demokrat, di Kongres tahun lalu, memberikan perpanjangan 90 hari jika ada kemajuan yang dibuat terkait penjualan platform.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
13 menit lalu

Bukan Militer, Trump Gelar Operasi Perang Ekonomi terhadap Iran

2 jam lalu

Perang Bisa Meluas, Iran Incar Pangkalan AS di Bulgaria

7 jam lalu

Trump Klaim Punya Hubungan Baik dengan Kim Jong Un

8 jam lalu

Iran Ancam Serang Kabel Internet di Selat Hormuz jika Diserang AS Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal