“Perdana Menteri Modi adalah pria paling tampan, seseorang yang ingin Anda jadikan ayah,” ucap Trump.
Namun tak lama setelah memujinya, Trump melontarkan sindiran tajam:
“Dia pembunuh,” seraya melanjutkan bahwa Modi yang menginginkan perang dengan menyerang Pakistan terlebih dulu.
Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) India terkait pernyataan Trump tersebut.
Media India menyoroti pidato itu sebagai contoh terbaru dari gaya komunikasi Trump yang sering kali tidak diplomatis namun penuh sensasi.
Trump Ancam Tarif 250 Persen
Merasa diabaikan, Trump mengaku menggunakan senjata pamungkas berupa ancaman ekonomi. Dia memperingatkan kedua negara bahwa Washington akan memberlakukan tarif impor hingga 250 persen jika perang tidak segera dihentikan.
“Saya katakan, ini berarti kalian tidak akan pernah bisa berbisnis dengan AS,” ujar Trump.
Trump mengklaim ancaman itu berhasil. Dalam versinya, perang India-Pakistan yang sempat berlangsung 4 hari akhirnya berhenti berkat tekanan ekonomi dari Washington.
Namun, para pejabat India membantah klaim tersebut, menyebut penghentian konflik lebih disebabkan oleh kesepakatan bilateral kedua pihak, bukan intervensi AS.