Khamenei bahkan menyinggung keberadaan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah sebagai target potensial, termasuk Pangkalan Al Udeid di Qatar yang sempat menjadi sasaran serangan pada Juni 2025.
Selain menuding AS, Khamenei turut menyinggung situasi dalam negeri Iran. Dia menyebut demonstrasi anti-pemerintah yang berujung kerusuhan dalam beberapa waktu terakhir bukan sekadar aksi protes, melainkan upaya kudeta terselubung.
Menurut Khamenei, kerusuhan tersebut ditandai dengan perusakan fasilitas vital negara seperti kantor pemerintahan, bank, dan masjid. Dia menyebut aksi itu sebagai “pemberontakan”, istilah yang sebelumnya juga digunakan untuk Gerakan Hijau 2009.
“Tujuan mereka adalah menghancurkan pusat-pusat penting dan efektif yang terlibat dalam menjalankan pemerintahan,” tuturnya.