"Oleh karena itu, saya senang berbagi kepada Anda bahwa negara ini, dan Kota Riyadh ini, adalah ibu kota keamanan energi," ujarnya, menegaskan.
Pipa Timur-Barat, lanjut Abdulaziz, mencerminkan pandangan jauh Saudi dalam memperkuat ketahanan sistem energi. Pipa itu sebagai jalur alternatif mengangkut pasokan ke pasar global melalui Yanbu di pantai Laut Merah.
Pangeran Abdulaziz pada 6 Oktober lalu mengatakan, negaranya memompa 5,8 juta barel minyak per hari melalui Pipa Timur-Barat.
Itu menandai pengumuman resmi pertama Arab Saudi tentang tingkat operasional pipa tersebut setelah sempat ditutup sementara menyusul serangan beberapa pekan sebelumnya.