Sementara itu Kementerian Unifikasi Korsel menganggap keputusan Korut untuk secara terbuka menampilkan logo Hyundai yang belum diedit merupakan hal tidak biasa.
Hal ini berbeda dengan kejadian di masa lalu, seperti siaran Piala Dunia Qatar 2022. Saat itu KCTV mengaburkan iklan mobil Hyundai di stadion sampai benar-benar tidak dapat dikenali.
“Penampilan publik merek dagang Korea Selatan dengan cara seperti itu tidak biasa dalam film dokumenter,” kata seorang pejabat senior Kementerian Unifikasi Korsel, dikutip dari Korea Herald, Jumat (22/9/2023).
Meski demikian kementerian tidak bisa memastikan tujuan Korut tak menyensor logo Hyundai. Tak diketahui pula, apakah mobil untuk mengawal Kim tersebut disediakan oleh otoritas Rusia atau dibawa dari Korut.