Kim Jong Un Sia-siakan Kesempatan untuk Perbaiki Hubungan dengan AS

Anton Suhartono
Stephen Biegun (Foto: Reuters)

"Visi ini sangat berani, dan membuat banyak pendukung inkrementalisme tidak nyaman," ujarnya.

Trump dan Kim bertemu untuk pertama kali di Singapura pada Juni 2018. Saat itu keduanya menandatangani deklarasi menyerukan denuklirisasi dan hubungan baru antara kedua negara.

Kedua pemimpin lalu mengadakan pertemuan selanjutnya di Hanoi, Vietnam, pada Februari 2019 namun gagal mencapai kesepakatan.

Biegun turut berperan dalam pertemuan tingkat tinggi lanjutan membahas denuklirisasi. Namun pembicaraan selanjutnya kembali gagal mencapai kemajuan. Korut menolak seruan Biegun untuk terlibat lebih serius dalam pertemuan.

Di sisi lain, Korut menuding AS tidak serius untuk menghentikan permusuhan. Inti permasalahan adalah AS ingin Korut melucuti persenjataan nuklir terlebih dulu sebelum mencabut sanksi, sedangkan pemerintahan Kim Jong Un sebaliknya.

Biegun tetap meminta Korut untuk melanjutkan pembicaraan dalam beberapa bulan mendatang. Dia juga menyampaikan pesan untuk tim Joe Biden terkait hubungan dengan Korut. Menurut dia, perang dan konflik telah berakhir dan waktu berdamai telah tiba.

Kemajuan yang sudah dicapai pemerintahan Trump bisa dilanjutkan oleh Biden.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

Trump Ancam Serang Iran Lagi: Anda Akan Segera Tahu!

8 jam lalu

Trump Enggan Pecat Menhan Hegseth meski Partai Republik Kalah Pemilu AS

9 jam lalu

Dituduh Biang Kerok Kekalahan Republik di Pemilu terkait Perang Iran, Nasib Menhan AS di Ujung Tanduk

12 jam lalu

Partai Republik Kalah Pemilu AS gegara Perang Iran, Menhan Pete Hegseth Hadapi Pemakzulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal