Di antara korban Fourniret yang terungkap adalah Lydie Loge yang menghilang dari rumahnya di Saint Christophe le Jajolet, Normandia.
Kasus ini terungkap setelah polisi mencocokkan DNA dari sampel di kasur mobil van yang ternyata cocok dengan ibu Loge.
Aksi Fourniret berakhir secara dramatis pada 2003. Saat itu dia berhasil membujuk seorang remaja perempuan 13 tahun asal Belgia untuk ikut berkendara. Di perjalanan Fourniret mengikatnya lalu memerkosa berkali-kali. Korban diancam akan dibunuh jika melarikan diri.
Namun pada satu kesempatan ketika mobil berhenti, korban memanfaatkan kelengahan Fourniret dengan kabur. Seorang pengendara yang lewat menolong remaja itu serta mencatat nomor polisi kendaraan Fourniret.
Tak berselang lama, polisi menangkapnya serta menemukan jejak kejahatan terhadap korban sebagai barang bukti.
Sementara Olivier meninggalkan suaminya untuk menghindari hukuman, namun berhasil ditangkap. Dalam pemeriksaan Olivier berdalih dia tak berdaya karena di bawah ancaman Fourniret.
Selama perkembangan pemeriksaan, Fourniret perlahan mengakui satu per satu kejahatan, bahkan menunjukkan kepada petugas di mana para korbannya dimakamkan.