Korban Tewas Banjir dan Longsor di Jepang Jadi 50 Orang, Masih Banyak yang Hilang

Anton Suhartono
Banjid dan longsor merusak jalanan di Kumamoto, Jepang (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan deras di Prefektur Kumamoto, Jepang, menjadi 50 orang.

Petugas darurat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan warga yang terjebak di rumah-rumah serta lokasi yang terisolasi akibat putusnya akses, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi. Mereka juga dituntut segera menemukan korban hilang, baik yang tersapu banjir atau terkubur reruntuhan longsor.

"Kami berpacu dengan waktu," kata Yutaro Hamasaki, seorang pejabat pemerintah Kumamoto, dikutip dari AFP, Selasa (7/7/2020).

"Kami belum menetapkan tenggat waktu untuk mengakhiri operasi, tapi kami harus mempercepat pencarian karena waktu semakin habis. Kami tidak akan menyerah sampai akhir," katanya, lagi.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan darurat tertinggi kedua untuk hujan lebat dan tanah longsor di sebagian besar wilayah barat daya negara itu dan menegaskan risiko bahaya semakin tinggi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
5 jam lalu

Tokoh Sipirok Desak Pemerintah Tetapkan Banjir dan Longsor di Sumatera jadi Bencana Nasional

Internasional
6 jam lalu

Serangan Beruang Makin Ganas di Jepang, Incar Orang di Toilet Umum

Internasional
7 jam lalu

Dibanderol Rp6,4 Miliar, Begini Cara Kerja Mesin Cuci Manusia

Internasional
8 jam lalu

Heboh, Mesin Cuci Manusia Mulai Dijual di Jepang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal