MADRID, iNews.id - Jumlah korban tewas tabrakan kereta cepat di Spanyol bertambah menjadi 41 orang hingga Selasa (20/1/2026). Satu korban terbaru ditemukan setelah petugas mengevakuasi gerbong yang anjlok dari lokasi, dekat Kota Adamuz, Andalusia.
Dua kereta cepat Spanyol bertabrakan pada Minggu (18/1/2026) malam setelah salah satunya, rute Malaga-Madrid, anjlok hingga masuk ke jalur di sebelahnya. Di saat bersamaan, meluncur kereta cepat lain, hingga menghantam gerbong yang anjlok.
Kereta yang melaju dari Malaga dioperasikan perusahaan swasta Iroyo, sementara satu kereta lainnya oleh operator pemerintah, Renfe.
Kereta Renfe anjlok akibat tabrakan dahsyat tersebut.
Menteri Perhubungan Spanyol Oscar Puente mengatakan kepada stasiun televisi RNE, lebih dari 120 orang luka. Sebanyak 39 di antaranya masih dirawat di rumah sakit, termasuk empat anak-anak.
Penyebab kecelakaan tersebut masih belum jelas.
“Semua yang terjadi hingga saat ini hanya spekulasi,” kata Puente, seraya menambahkan tim ahli sedang menyelidiki apakah rel retak menjadi penyebab kecelakaan atau akibat anjloknya kereta.