Para analis militer menilai rudal yang diuji coba pekan lalu itu bisa menjadi senjata pertama di Korut dengan kemampuan nuklir.
Pyongyang terus melanjutkan pengembangan program senjatanya di tengah kebuntuan perundingan dengan Barat. Perundingan itu sejatinya bertujuan untuk membongkar program nuklir dan rudal balistik Korut, dengan imbalan keringanan sanksi AS. Negosiasi terhenti sejak 2019.