Korsel Tuduh Jepang Berulang Kali Lakukan Provokasi Militer di Udara

Nathania Riris Michico
PM Jepang Shinzo Abe (kiri) dan Presiden Korsel Moon Jae In. (Foto: AFP)

Dalam hal ini sering dilupakan bahwa militer kedua negara mempunyai hubungan kerja yang cukup baik.

"Masalah sebenarnya ada di tingkat atas, bukan di tingkat militer ke militer," kata Newsham.

Pada Desember lalu, kapal Angkatan Laut Korsel menanggapi sinyal bahaya dari satu kapal nelayan Korea Utara yang hanyut terapung masuk ke perairan internasional antara Korsel dan Jepang.

Jepang menyatakan pesawat jenis P-1 Pasukan Bela Diri Maritimnya dibidik radar tembak dari kapal perang Korsel, Gwanggaeto, dan merasa terancam. Sebaliknya, Korsel menjelaskan pihaknya merasa terancam oleh jalur dan jarak terbang rendah pesawat Jepang itu.

Sejak insiden awal itu, Korsel Selatan melaporkan ada tiga insiden lagi di mana pesawat Jepang mendekati kapalnya pada ketinggian 60 sampai 70 meter dan bukan standar biasa yakni 150 meter.

Korsel menyebut terbang rendah itu sebagai tindakan provokatif.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
7 hari lalu

Kabar Duka, Ilustrator Kiki's Delivery Service Akiko Hayashi Meninggal Dunia

17 hari lalu

Viral Raisa dan Chef Prancis Mathis Molinie Liburan Bareng di Jepang? Ini Faktanya!

18 hari lalu

Produsen Otomotif China Minta Perlakuan Sama dengan Pabrikan Jepang di Indonesia

18 hari lalu

Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal