Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan revisi ini diperlukan karena strategi yang ada tidak sepenuhnya mengatasi kemajuan pesat dalam program rudal dan nuklir Korea Utara.
Korea Utara mengatakan, AS dan sekutu-sekutunya bertanggung jawab atas memburuknya ketegangan militer di Semenanjung Korea. Ini mengingat latihan militer skala besar yang mereka lakukan dan meningkatnya kehadiran aset-aset strategis Amerika di wilayah tersebut.
Kunjungan Austin ini menyusul kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke Korea Selatan pekan lalu. Dalam kunjungan mereka yang berturut-turut, para pejabat tinggi AS berusaha memberikan jaminan atas komitmen Washington DC terhadap kawasan tersebut, sekaligus menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya hubungan Rusia-Korea Utara.
Korea Utara dan Rusia telah membantah adanya kesepakatan senjata, meskipun para pemimpin mereka menjanjikan kerja sama militer yang lebih erat pada pertemuan puncak mereka di bulan September.