Korut Dituduh Kirim Peralatan Pembuat Senjata Kimia ke Suriah

Nathania Riris Michico
Pakar senjata kimia PBB memegang sebuah kantong plastik yang diduga berisi sampel senjata kimia di Damaskus 2013 (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Korea Utara (Korut) diduga mengirim bahan baku dan peralatan pembuat senjata kimia ke pabrik senjata di Suriah. Bahan tersebut meliputi ubin tahan asam, katup, dan pipa.

Hal ini dilaporkan New York Times, mengutip temuan oleh para ahli PBB. New York Times melaporkan, seorang ahli pembuat rudal Pyongyang terlihat di fasilitas pembuatan senjata di Suriah.

Pasokan bahan yang dilaporkan dikirim secara ilegal ke Suriah yakni ubin tahan asam bersuhu tinggi, katup tahan korosi, dan termometer. Ubin tersebut diduga digunakan untuk membangun fasilitas, tempat senjata kimia diproduksi, seperti diberitakan BBC, Rabu (28/2/2018).

Selain itu, Wall Street Journal melaporkan, lima kali pengiriman dilakukan Korut ke Suriah melalui perusahaan perdagangan China pada 2016 dan awal 2017.

Surat kabar itu juga menyebut, Pusat Penelitian dan Ilmu Pengetahuan Ilmiah (SSRC) milik Pemerintah Suriah membayar Korut melalui sejumlah perusahaan. Korut, menurut para ahli, sudah sejak lama menawarkan pasokan senjata ke berbagai negara dengan imbalan uang tunai.

Laporan-laporan ini dirangkum dan disusun oleh Panel Pakar PBB untuk menilai kepatuhan Korut terhadap resolusi PBB. Korut mendapat sanksi internasional atas program nuklirnya.

Lebih lanjut, dalam sebuah laporan yang diumumkan ke publik pada September 2017, Panel Pakar PBB sedang menginvestigasi penjualan senjata kimia, rudal balistik, serta kerja sama penjualan senjata konvensional antara Suriah dan Korut.

Laporan itu juga mengungkap, dua negara anggota PBB berhasil mencegat pengiriman barang ke Suriah. Barang-barang tersebut diduga dipasok oleh eksportir senjata utama Korut sebagai bagian dari kontrak dengan perusahaan-perusahaan yang mewakili SSRC.

Tuduhan ini muncul menyusul laporan baru tentang dugaan penggunaan gas klorin oleh pasukan Suriah untuk menyerang Ghouta Timur. Namun, Suriah membantah tuduhan tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
25 hari lalu

Militer AS dan Sekutu Gempur Suriah Lagi, Incar 35 Target ISIS

Internasional
1 bulan lalu

Kaleidoskop 2025: Daftar Negara yang Diserang Israel Sepanjang Tahun Ini

Internasional
1 bulan lalu

Bom Meledak di Masjid saat Salat Jumat, 8 Orang Tewas

Internasional
1 bulan lalu

Pasukan Suriah Tangkap Pemimpin Senior ISIS Taha Al Zoubi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal