MOSKOW, iNews.id - Rusia membantah laporan media bahwa pasukannya berencana membunuh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Isu ini sempat mengemuka di awal invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari.
Zelensky saat itu mengatakan dia dan keluarganya menjadi target nomor 1 dan 2 Rusia. Namun Zelensky enggan meninggalkan Kiev meski nyawanya terancam. Sementara itu keberadaan keluarganya tak diinformasikan.
“Tidak, itu tidak benar," kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam wawancara dengan stasiun televisi Prancis, LCI, seperti dilaporkan kembali Sputnik, Rabu (6/4/2022).
Dia juga menolak tuduhan Rusia telah berencana menggulingkan Zelensky dari kursi kepresidenan.
"Ini sama sekali tidak benar. (Pihak berwenang Rusia) Tidak pernah berbicara tentang pendudukan Ukraina," ujarnya.
Dia menjelaskan penarikan pasukan Rusia dari sekitar Ibu Kota Kiev merupakan niat baik guna mewujudkan situasi yang kondusif untuk kelanjutan pembicaraan damai dengan Ukraina.
Rusia menyambut baik sikap Zelensky yang menerima syarat yang diminta Kremlin. Menurut Peskov, Kremlin ingin mengakhiri operasi militer khusus di Ukraina melalui meja perundingan.