"Kami selangkah lagi di sini dari Bukit Bait Suci dan Tembok Ratapan, inti dari konflik antara warga Israel dan Palestina, begitu simboliknya kami," kata dia, melanjutkan.
Diplomat itu juga menegaskan bahwa Prancis ingin mengobati kekecewaan Israel. Para pejabat Israel kecewa Macron belum pernah berkunjung sejak dilantik.
Presiden Jacques Chirac sempat mengunjungi Kota Lama Yerusalem pada 1996. Namun saat itu dia dibuat marah oleh personel keamanan Israel yang mendesaknya untuk segera pindah. Chirac saat itu mengatakan kepada seorang petugas bahwa pengawalannya adalah bentuk provokasi dan mengancam akan kembali ke pesawat. Dia menolak masuk Gereja St Anne sampai petugas keamanan Israel meninggalkan tempat itu.
Sementara itu terkait konflik Israel-Palestina, Macron menegaskan berupaya menjadi penengah. Pekan lalu dia mengatakan tak akan mendikte kedua pihak.
"Saya tidak akan mengatakan, 'Ini adalah rencana perdamaian' karena itu hanya akan gagal. Saya akan berbicara dengan para pelaku, melihat bagaimana kondisinya. Prancis selalu punya peran untuk dimainkan dan saya berpikir kami tidak akan absen dari perdebatan kawasan ini," katanya.