Pembelotan ini terjadi saat pembicaraan mengenai denuklirisasi antara Washington dan Pyongyang terhenti. Namun dua Korea justru mendorong proses rekonsiliasi setelah perang pada 1950-1953.
Korsel dan Korut juga tengah mengambil langkah untuk meredakan ketegangan di sepanjang perbatasan yang sebelumnya dijaga dangat ketat.
Teranyar, kedua pihak mulai menghubungkan lagi jalur kereta api, mengangkat ranjau darat, dan menghancurkan bunker militer di beberapa bagian perbatasan.
Sementara itu, untuk warga sipil, lebih dari 30.000 penduduk Korut melarikan diri dari Tanah Air mereka, namun sebagian besar melintasi perbatasan China.
Pembelotan terakhir melibatkan warga sipil Korut terjadi pada Mei lalu yakni orang naik perahu membelot ke Korsel melintasi Laut Kuning.