Kelompok Hizbullah membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Konflik antara Israel dan Lebanon pecah kembali pada 2 Maret di tengah perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran. Kelompok Hizbullah Lebanon kemudian terlibat perang untuk membantu Iran dengan menyerang Israel.
Pada 16 Maret, Israel melancarkan operasi darat dengan menyerang kota-kota di Lebanon selatan.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis pekan lalu mengumumkan Lebanon dan Israel telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Namun, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan pasukan Zionis terus menyerang Lebanon meski gencatan senjata berlaku.