Meskipun diblokir oleh Twitter, video kampanye tersebut masih bisa diunggah di media berbagi video Youtube. Video berdurasi 3 menit 45 detik itu diawali rangkaian foto-foto mendiang George Floyd.
Pria afro-america itu tewas di tangan polisi Minneapolis bernama Derek Chauvin pada 25 Mei lalu. Kematian Floyd memicu aksi demonstrasi antirasial di lebih dari 30 kota di 16 negara bagian.
Di video itu juga diperlihatkan aksi-aksi damai polisi memuluk para demonstran dengan diselingi cuplikan gedung terbakar dan aksi pengerusakan. Rangkaian video tersebut didramatisir dengan latar musik dari piano dan suara Trump.