Latihan Perang Filipina dan AS Tenggelamkan Kapal Perang Musuh, Peringatan bagi China?

Anton Suhartono
Militer Filipina dan AS menggelar latihan perang gabungan dengan menembakkan rudal dari darat ke laut menenggelamkan kapal musuh tiruan (Foto: Reuters)

Latihan besar-besaran yang berakhir pada Jumat itu melibatkan 17.000 personel. Ini mengindikasikan hidupnya kembali hubungan militer kedua negara yang sempat terganjal pada masa pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte.

“Aliansi ini masih hidup,” kata juru bicara Balikatan, Michael Logico, dikutip dari Reuters.

Latihan ini berlangsung sepekan sebelum Marcos bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di Washington DC. Kedua pemimpin akan membahas Perjanjian Pertahanan Bersama 1951 yang akan dikembangkan untuk merespons semakin memanasnya ketegangan di kawasan, terutama terkait sengketa dengan China.

Sementara itu China mengkritik latihan perang tersebut. Latihan itu digelar sebagai respons atas apa yang disebut Filipina sebagai tindakan agresif China di Laut China Selatan.

China menegaskan aliansi AS-Filipina tidak boleh ikut campur dalam sengketa laut atau bisa membahayakan kedaulatan teritorial dan kepentingan keamanan China.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 jam lalu

Ingin Ambil Alih Kuba, Trump Kerahkan Kapal Induk Terbesar AS

Internasional
2 jam lalu

Pangkalan-Pangkalan Militer Hancur Digempur Iran, Pejabat AS: Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Internasional
3 jam lalu

Presiden Iran: Kepercayaan Kami dengan AS Sudah Hancur Total

Internasional
4 jam lalu

Trump: AS Segera Ambil Alih Kuba

Internasional
4 jam lalu

Tak Terima Disebut Kalah Negosiasi dari Iran, AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal