Lebih dari 40 Anggota Tewas Ditembak, Polisi Jadi Pekerjaan Berbahaya di Amerika

Arif Budiwinarto
Tangkapan layar CCTV yang merekam aksi penembakan dua petugas polisi di Los Angeles. (foto: BBC)

"Mereka berdua saat ini sedang menjalani operasi. Tersangka masih buron," lanjut isi kicauan.

Di luar rumah sakit, aksi demonstrasi anti-polisi yang diikuti puluhan orang sempat menutup akses pintu masuk ke ruang gawat darurat. Namun, aksi tersebut tidak sampai berujung kerusuhan.

Berdasarkan data Biro Penyelidik Federal (FBI) sepanjang 2020, hampir 40 petugas polisi AS tewas saat menjalankan tugas, delapan dari mereka menjadi korban penyergapan.

"Ini hanya pengingat pahit bahwa ini adalah pekerjaan berbahaya. Tindakan, perkataan memiliki konsekuensi dan pekerjaan kami tidak menjadi lebih mudah karena orang tidak menyukai penegakan hukum," kata Sheriff Villanueva dikutip dari BBC.

Insiden penembakan dua polisi itu sampai ke telingan Presiden Donald Trump. Melalui akun Twitter-nya, Trump mengecam aksi kekerasan pada penegak hukum. Dia memerintahkan agar pelaku segera ditemukan dengan cara apapun.

"Binatang seperti itu harus dihantam dengan keras," kicau Trump.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Iran Beri Waktu AS 1 Bulan untuk Akhiri Blokade Selat Hormuz

Internasional
18 jam lalu

AS Akan Evakuasi Kapal-Kapal Terjebak di Selat Hormuz Hari Ini

Internasional
1 hari lalu

Trump Ancam Ambil Alih Kuba: Presiden Diaz-Canel: Rakyat Akan Melawan!

Internasional
1 hari lalu

AS Sepakat Jual Senjata Senilai Rp149 Triliun ke Sekutu di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal