Massry, seorang aktivis politik dan pembela hak asasi manusia, diadili dan dipenjara dua kali karena ikut serta dalam demonstrasi.
Mesir secara efektif melarang protes di bawah undang-undang yang disahkan pada 2013 oleh Presiden Mohamed Morsi. Sisi terpilih sebagai presiden pada tahun berikutnya dengan 96,9 persen suara.
Namun ketidakpuasan atas kenaikan harga membuncah di Mesir, di mana pemerintah menerapkan langkah-langkah penghematan besar-besaran sejak 2016, sebagai bagian dari paket pinjaman 12 miliar dolar dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Pada Sabtu (21/9/2019), pengunjuk rasa menuju ke pusat Kota Suez dan bentrok berhadapan dengan pasukan keamanan yang membarikade jalan-jalan dan kendaraan lapis baja.
Protes muncul setelah Mohamed Aly, seorang pengusaha di pengasingan dan lawan Sisi, memposting seruan online untuk berdemonstrasi melawan Sisi.