Lepas dari Hukuman Internasional, Presiden Suriah Sharaa Terkejut Amerika dan Rusia Bisa Kompak

Anton Suhartono
Ahmad Al Sharaa menyambut gembira keputusan bersejarah Dewan Keamanan PBB yang mencabut seluruh sanksi terhadap dirinya (Foto: AP)

DAMASKUS, iNews.id - Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa menyambut gembira keputusan bersejarah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mencabut seluruh sanksi terhadap dirinya dan Menteri Dalam Negeri Anas Khattab. 

Dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Asharq News di sela-sela KTT Iklim COP30 di Brasil, Sharaa menyebut langkah tersebut sebagai angin segar bagi diplomasi global dan pertanda baik bagi masa depan Suriah di panggung internasional.

Keputusan langka itu diambil melalui pemungutan suara pada Kamis (6/11/2025), di mana 14 anggota tetap dan tidak tetap Dewan Keamanan PBB mendukung pencabutan sanksi, sementara China memilih abstain. 

Resolusi tersebut diusulkan oleh Amerika Serikat (AS) dan disepakati nyaris seluruh anggota Dewan Keamanan, sesuatu yang jarang terjadi, mengingat hubungan Washington dan Damaskus sempat tegang di masa rezim Bashar Al Assad. Apalagi, AS serta sekutunya sedang bersitegang dengan Rusia terkait perang di Ukraina.

“Ini adalah pertama kalinya setelah sekian lama Dewan Keamanan mencapai kesepakatan bersama, dan syukurlah, kali ini berkaitan dengan Suriah,” ujar Sharaa. 

“Tidak masuk akal seorang kepala negara tetap dijatuhi sanksi, sementara kami menjalin hubungan diplomatik dengan banyak negara yang terlibat dalam proses global," katanya, menegaskan.

Menurut Sharaa, keputusan tersebut menjadi simbol kembalinya kepercayaan dunia terhadap peran Suriah dalam percaturan internasional. Dia menilai, konsensus yang tercipta di Dewan Keamanan menunjukkan adanya kemauan baru untuk membangun jembatan kerja sama, bukan memperdalam perpecahan.

“Suriah berhasil membangun konsensus di antara negara-negara yang selama ini sulit sepakat dalam banyak isu global. Ini langkah positif yang bisa menjadi awal dari penyelesaian banyak konflik di dunia,” tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Babinsa Kemayoran Dijatuhi Hukuman Disiplin usai Tuding Pedagang Es Kue Jadul Pakai Spons

Internasional
23 hari lalu

Hadapi Amerika, Iran Tak Ingin Konflik tapi Siap Perang

Internasional
28 hari lalu

Militer AS dan Sekutu Gempur Suriah Lagi, Incar 35 Target ISIS

Nasional
31 hari lalu

Satgas PKH Ungkap 12 Perusahaan Diduga Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal