Lho... Ukraina Disebut Gunakan Roket Korut untuk Binasakan Pasukan Rusia, Kok Bisa?

Ahmad Islamy Jamil
Tentara Ukraina bertempur habis-habisan di Bakhmut untuk menahan gempuran pasukan Rusia, beberapa bulan lalu. (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id – Tentara Ukraina disebut-sebut menggunakan roketKorea Utara untuk membinasakan pasukan Rusia. Kiev mengklaim roket itu direbut oleh salah satu “negara sahabat” sebelum dikirim ke Ukraina. 

Surat kabar Financial Times (FT) pada Sabtu (29/7/2023) ini melaporkan, Kementerian Pertahanan Ukraina menyebut senjata itu disita dari Rusia. Amerika Serikat (AS) sebelumnya memang pernah menuduh Korut memasok senjata ke Rusia, termasuk peralatan tempur yang diduga dikirimkan melalui laut. 

Akan tetapi, Washington DC sama sekali tidak memberikan bukti atas tuduhannya tersebut. Tidak ada juga senjata Korut yang terlihat secara luas di medan perang di Ukraina.

Sementara itu, Korut dan Rusia menyangkal telah melakukan transaksi senjata.

Menurut laporan FT, persenjataan Korut diperlihatkan oleh pasukan Ukraina yang mengoperasikan sistem roket multi-peluncuran Grad era Uni Soviet di dekat Kota Bakhmut.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, beberapa hari lalu melakukan kunjungan ke Pyongyang. Lawatannya ke sana untuk menghadiri perayaan 70 tahun berakhirnya Perang Korea. Itu juga menjadi kunjungan pertama pejabat tinggi militer Moskow ke Korut sejak pecahnya Uni Soviet pada 1991.

Selama kunjungan tersebut, Shoigu diajak Pemimpin Korut Kim Jong Un berkeliling untuk melihat-lihat rudal balistik dan berbagai senjata berat lainnya buatan Korut. Peristiwa itu dianggap menjadi penanda hubungan yang makin dalam antara kedua negara, tatkala mereka sama-sama berhadapan dengan Amerika Serikat.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
47 menit lalu

Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada

2 jam lalu

Mengapa Blokade Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Kacaukan Pasokan Minyak Dunia?

3 jam lalu

Nah, Militer AS Tak Bisa Lindungi 50.000 Tentara di Timur Tengah dari Serangan Iran

4 jam lalu

Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal