Mahathir Kritik Kesepakatan Suplai Air dengan Singapura: Terlalu Mahal

Anton Suhartono
Mahathir Mohamad (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali mengeluarkan pernyataan menyinggung negara tetangga, Singapura.

Setelah membatalkan proyek kereta cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur-Singapura, kini Mahathir mengungkit kesepakatan suplai air yang diteken kedua negara pada 1962. Menurut pria berusia 92 tahun itu, kesepakatan suplai air dengan Singapura terlalu mahal.

Mahathir mengatakan, air merupakan salah satu isu penting antara negaranya dengan Singapura sejak lama.

"Perlu kita selesaikan. Kami akan duduk berbicara dengan mereka, seperti orang beradab," kata Mahathir, dalam wawancara dengan Bloomberg, sebagaimana dilaporkan kembali The Straits Times.

Terkait suplai air, Singapura bergantung pada negara tetangga, seperti Malaysia. Hampir setengah dari kebutuhan air Singapura diperoleh dari hasil kesepakatan dengan Malaysia, yang dimulai pada 1927.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Jokowi: Pemimpin Bukan Hanya Memahami Kekuasaan, tapi Benar-Benar Paham Rakyat

2 hari lalu

Kekayaan 50 Orang Terkaya Singapura Tembus Rp4.214 Triliun, Eduardo Saverin Tempati Posisi Puncak

3 hari lalu

Pemerintah RI Beri Penegasan Status WNI bagi 1.512 Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

5 hari lalu

Kunjungan Wisman Tembus 8,97 Juta hingga Juli 2026, Terbanyak dari Malaysia-China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal