Mahathir Kritik Kesepakatan Suplai Air dengan Singapura: Terlalu Mahal

Anton Suhartono
Mahathir Mohamad (Foto: AFP)

Berikutnya, kesepakatan suplai air dicapai pada 1962 yang akan berakhir pada 2061. Poin kesepakatan itu adalah memberikan Singapura 250 juta galon air setiap hari dengan harga 3 sen per 1.000 galon. Namun Malaysia membeli kembali sebagian dari air itu seharga 50 sen per 1.000 galon.

Sebelumnya, kesepakatan sulpai air sempat membuat kedua negara tegang. Kedua negara bahkan sampai memasang iklan satu halaman penuh di surat kabar untuk menyuarakan keluhan masing-masing. Puncaknya, mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew mengatakan siap mengirim pasukan jika Malaysia memutus suplai air.

Lebih lanjut Mahathir mengatakan, Malaysia ingin bersahabat dengan Singapura dan negara lain didasarkan pada hubungan yang saling menguntungkan.

"Saya pikir kita bisa memproleh manfaat satu sama lain. Kami membutuhkan keahlian Singapura. Banyak orang Singapura berinvestasi di Malaysia karena jauh lebih murah di sini," kata pria terpilih menjadi PM, setelah menyingkirkan Najib Razak itu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Malaysia Heboh Pilot Ditangkap di Indonesia Bawa 26 Kg Narkoba, Perketat Pemeriksaan

3 hari lalu

Setelah Pilot, 3 Perempuan asal Malaysia Terciduk Bawa Narkoba di Bandara Soetta

4 hari lalu

Mendagri Tito soal Biaya Sekolah Anak: di Jakarta Rp1,6 Juta, Singapura Rp600.000

4 hari lalu

Cerita Mendagri Tito Sekolahkan 3 Anak di Singapura: Lebih Murah Dibanding Jakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal