Mahkamah Uni Eropa Bolehkan Perusahaan Larang Muslimah Pakai Jilbab di Tempat Kerja

Anton Suhartono
Perusahaan di negara anggota Uni Eropa dibolehkan larang karyawan mengenakan jilbab selama bekerja (Foto: Reuters)

BRUSSEL, iNews.id - Mahkamah Hukum Uni Eropa (CJEU) memberi lampu hijau pelarangan jilbab oleh perusahaan-perusahaan anggota blok tersebut. Perusahaan boleh melarang penggunaan jilbab selama larangan itu bersifat umum, tidak diskriminatif.

Larangan bersifat umum artinya, aturan berlaku bagi setiap penggunaan tutup kepala yang dilandasi alasan agama apa pun, tak hanya bagi Muslimah.

CJEU mengeluarkan putusan terbaru tersebut, Kamis (13/10/2022), setelah menjadi perdebatan selama bertahun-tahun. Ini berawal dari keluhan seorang Muslimah di Belgia.  Perempuan tersebut diberitahu oleh tempatnya bekerja, tidak boleh mengenakan jilbab. Saat itu dia mengikuti pelatihan kerja selama 6 pekan.

Perusahaan menjelaskan kepada Muslimah tersebut bahwa mereka memiliki aturan netral. Setiap penutup kepala tidak diperbolehkan di tempat itu, baik topi, beanie, atau syal. Muslimah tersebut lalu melaporkan apa yang dialaminya ke pengadilan Belgia. Pengadilan tak bisa memutuskan yang kemudian meminta nasihat kepada CJEU.

Hasilnya mahkamah yang berbasis di Luksemburg itu menyatakan, tak boleh ada diskriminasi langsung dalam pelarangan tersebut.

"Aturan internal dari suatu perusahaan yang melarang pemakaian simbol-simbol keagamaan, filosofis, atau spiritual yang terlihat, bukan merupakan diskriminasi langsung jika diterapkan terhadap semua karyawan secara umum dan tidak dibedakan," kata hakim., dikutip dari Reuters.

Tahun lalu CJEU juga mengeluarkan putusan, perusahaan di Uni Eropa boleh melarang karyawan mengenakan jilbab dalam kondisi tertentu, jika diperlukan untuk menunjukkan citra netral kepada pelanggan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
12 hari lalu

Implementasi AI Tak Cukup Andalkan Model, Infrastruktur Data Harus Dibenahi

14 hari lalu

OJK Denda 100 Pelanggar Pasar Modal Rp86,26 Miliar dan Cabut 1 Izin Perusahaan

19 hari lalu

Cegah PHK, Said Iqbal Minta Danantara Suntik Modal ke Perusahaan yang Nyaris Bangkrut

23 hari lalu

Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Negara Eropa yang Pajaki Raksasa Teknologi AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal