Malaysia Mulai Vaksinasi Covid-19 pada Februari, Gunakan Produk Pfizer sampai Sinovac

Anton Suhartono
Muhyiddin Yassin (Foto: Reuters)

Pemerintah, lanjut Muhyiddin, telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca, untuk mendapat 6,4 juta dosis vaksin Covid-19 yang cukup untuk 10 persen populasi. Artinya saat ini Malaysia sudah mendapat jaminan mendapatkan vaksin untuk 40 persen populasi.

Bulan lalu, pemerintah menandatangani kesepakatan dengan Pfizer untuk mendapat 12,8 juta dosis yang cukup untuk 20 persen populasi, serta dengan Covax untuk menyuntik 10 persen lagi.

Covax merupakan aliansi negara-negara untuk memastikan distribusi global vaksin Covid-19 yang merata.

Selain itu, Malaysia sedang bernegosiasi dengan perusahaan farmasi China, Sinovac dan CanSino, serta Institut Gamaleya Rusia yang membuat vaksin Sputnik V untuk mengamankan vaksin tambahan.

Muhyiddin menyebut, secara total akan tersedia vaksin untuk lebih dari 80 persen penduduk atau 26,5 juta jiwa dengan total biaya 2,05 miliar ringgit atau sekitar Rp

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Jokowi: Pemimpin Bukan Hanya Memahami Kekuasaan, tapi Benar-Benar Paham Rakyat

4 hari lalu

Pemerintah RI Beri Penegasan Status WNI bagi 1.512 Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

7 hari lalu

Kunjungan Wisman Tembus 8,97 Juta hingga Juli 2026, Terbanyak dari Malaysia-China

8 hari lalu

Malaysia Rayakan Hari Kemerdekaan ke-69, Gelar Parade Militer

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal