Ribuan orang di Malaysia dan Indonesia berunjuk rasa pada Desember 2017 lalu menyusul keputusan Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Akhir bulan lalu, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengkritisi keputusan Australia yang mengikuti langkah AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Saifuddin menyebut Malaysia akan terus berupaya untuk memperjuangkan Palestina, yang disebutnya tengah mengalami krisis kemanusiaan.
“Kami melihat isu Palestina tidak hanya dari sudut pandang agama, ini masalah kemanusiaan, masalah hak asasi manusia,” katanya.
"Ini tentang pertempuran atas nama yang tertindas."