Mantan Presiden Prancis: Kekuasaan Macron sudah Tamat

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Prancis Emmanuel Macron kehilangan dukungan mayoritas absolutnya di parlemen saat terpilih lagi jadi kepala negara pada 2022. (Foto: AP)

Terpilih kembali pada 2022 untuk masa jabatan lima tahun kedua, Macron kehilangan mayoritas absolutnya di parlemen dalam pemilihan legislatif pada tahun yang sama. Partainya tertatih-tatih dalam pemerintahan minoritas, melakukan reformasi yang penuh perjuangan dan kontroversial, termasuk menaikkan usia pensiun pegawai dan memperketat undang-undang imigrasi.

Akan tetapi, kekalahan telak pada pemilu Parlemen Eropa pada 9 Juni mendorong Macron membubarkan parlemen dengan harapan dapat memecahkan kebuntuan.

Pemilihan umum anggota parlemen baru Prancis akan digelar pada 30 Juni dan 7 Juli. Menurut prediksi sejauh ini, partai sayap kanan National Rally (RN) yang anti-Islam tampaknya akan memenangkan kursi terbanyak.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
6 hari lalu

Presiden Macron Ungkap Kondisi Dunia saat Ini: Seperti Kembali ke Hukum Rimba

6 hari lalu

Indonesia-Prancis Gelar Dialog Menhan Tahunan Perdana, Bahas Latihan Garuda Guerrier

7 hari lalu

Macron Sindir Trump soal Gaza di Sidang Umum PBB: Ada yang Bilang Perdamaian Telah Dicapai

14 hari lalu

Belasan Ribu Polisi Prancis Demonstrasi, Tuntut Kenaikan Gaji

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal