Saidian mengalami cacat akibat PTSD setelah menjalankan misi perang di Jalur Gaza melawan pejuang Hamas pada 2014.
Sekitar 2.250 orang Palestina tewas dalam perang itu, sebagian besar warga sipil. Sementara korban tewas dari pihak Israel 74 orang, sebagian besar tentara.
Aksi Saidian memicu kontroversi mengenai sistem perawatan tentara yang terluka atau mengalami tekanan psikologis.
“Dia melihat hal-hal mengerikan dan tidak ada yang menanganinya,” kata sang kakak, Avi Saidian, dikutip dari AFP, Rabu (14/4/2021).
Menteri Pertahanan Benny Gantz memerintahkan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui di balik peristiwa tragis tesebut. Kementeriannya berjanji meningkatkan pelayanan terhadap tentara yang mengalami gangguan stres pasca-trauma.
Israel memberlakukan wajib militer kepada warga berusia 18 tahun. Perempuan dikenakan wajib militer selama 2 tahun dan laki-laki 2,5 tahun.