WELLINGTON, iNews.id - Maskapai milik Selandia Baru, Air New Zealand, menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang menyuguhi penumpangnya dengan menu burger Impossible.
'Burger Impossible' merupakan sebutan burger dengan daging palsu yang dijual di restoran mewah lengkap dengan warna darah dari buah bit. Burger ini mendapat dukungan dari pesohor Bill Gates.
Apa itu daging palsu dan apakah rasanya enak? Untuk bisa menikmatinya kita perlu pergi ke Amerika Serikat (AS).
Daging palsu itu terbuat dari kacang lentil dan kacang kedelai. Keduanya bukanlah daging percobaan yang dihasilkan di laboratorium.
Produk-produk seperti Impossible Burger, Beyond Burger, dan Bleeding Burger, yang berasal dari Inggris, juga berbeda. Burger terbuat dari kombinasi protein berbasis tanaman, ekstrak ragi, getah tanaman, rempah-rempah, dan bumbu masak yang dirancang dengan baik.
Ketika Impossible Burger membuat debut internasionalnya pada April, seorang chef asal Hong Kong menyebut rasanya sama dengan daging lain.
Di sebuah kedai burger di kawasan Union Street, San Francisco, AS, perempuan bernama Shalailah Medhora dan pacarnya, Michael, memesan Impossible.
Dengan harga sekitar 20 dolar AS atau sekitar lebih dari Rp280 ribu, mungkin makanan itu terdengar mahal, namun tidak untuk ukuran San Francisco, salah satu kota termahal di AS.
Dagingnya agak hangus dan berkerak persis seperti daging sungguhan, tapi sebenarnya karena sedikit mengandung minyak kelapa.
Tidak seperti daging untuk vegetarian lainnya, Impossible Burger memiliki tekstur beserat yang sama dengan daging sungguhan, terlihat seperti daging cingcang.
Michael merupakan seorang vegatarian. Dia tidak makan daging dalam 10 tahun dan setelah mencicipinya, dia menyebut rasa burger itu seperti yang dijual di McDonald's.
"Ini sedikit menggelikan," katanya.
Sementara Shalailah merupakan pemakan daging sejati, dan dia dapat merasakan bahwa burger itu bukan terbuat daro daging.
"Itu sama sekali bukan 100 persen daging, tapi rasnya nyaris sama. Saya akan memakannya lagi," ujar Shalailah.
Pekan ini, Air New Zealand mengumumkan akan menyuguhi Impossible Burger untuk penumpang kelas bisnis jalur penerbangan Los Angeles - Auckland.
Lain halnya dengan 'daging' yang terbuat dari kacang garbanzo, yang di Australia disebut 'chickpea'. 'Daging' yang dibuat Impossible Burger ini tidak semata-mata ditujukan untuk kaum vegan dan vegetarian, namun mereka yang ingin mencoba berhenti makan daging tanpa harus mengorbankan rasanya.
Keputusan Air New Zealand untuk menyuguhkan 'daging palsu' ini dikritik oleh industri daging sapi dan domba. Mereka melihat 'daging palsu' sebagai ancaman.
Menteri Pertanian Australia, Damien O'Connor mengatakan ia tidak pernah makan burger yang terbuat bukan dari daging, tapi dia ingin mencobanya. Pada Juni lalu, saat salah satu supermarket terbesar di Australia meluncurkan daging nabati dan membuat para peternak serta pelaku industri daging merasa tidak senang.
"Daging cingcang adalah daging. Ini adalah penafsiran saya soal apa itu daging cingcang," kata mereka.
Meskipun dalam kemasan disebutkan kandungan daging adalah 100 persen berbasis tanaman, Federasi Petani Nasional di Australia mengatakan hal ini tidaklah cukup jelas. Sementara itu di sejumlah negara, seperti Perancis misalnya, melarang kata-kata 'daging' untuk makanan pilihan bagi vegetarian dan vegan, yang berarti daging burger yang terbuat dari buah bit harus mendapat sebutan lain.