Masuk Lapangan di Final Piala Dunia, 4 Wanita Pussy Riot Masih Ditahan

Anton Suhartono
Seorang anggota Pussy Riot diamankan petugas (Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id - Laga final Piala Dunia 2018 di Rusia antara Prancis dan Krasia diwarnai masuknya empat perempuan aktivis feminisme anti-pemerintah Rusia, Pussy Riot, ke Stadion Luzhnik.

Insiden di menit ke-42 tersebut merupakan bentuk protes atas beberapa isu kemanusiaan di Rusia. Mereka masuk lapangan dari arah belakang gawang Prancis. Empat pelaku mengenakan kemeja putih dengan lencana dan topi polisi, celana panjang hitam, berlari ke lapangan dari arah belakang gawang Prancis.

Seorang anggota sepat menyapa pemain Prancis Kylian Mbappe. Namun mereka dengan cepat dikejar dan ditangkap petugas keamanan.

Seperti diketahui, laga final Piala Dunia tersebut disaksikan Presiden Vladimir Putin serta pemimpian Prancis dan Kroasia.

Melalui akun Facebook, Pussy Riot menjelaskan motivasi mereka masuk ke lapangan yakni menarik perhatian atas pelanggaran HAM di Rusia, tindakan brutal polisi seperti menangkapi pengunjuk rasa, dan membuat tuduhan kriminal dengan tujuan memenjarakan seseorang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Soccer
8 hari lalu

FIFA Tegas! Permintaan Iran Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko Ditolak Mentah-Mentah

Soccer
13 hari lalu

Apa Sanksi Buat Timnas Iran jika Mundur dari Piala Dunia 2026? Siap-Siap Denda Besar!

Soccer
14 hari lalu

Tim Pengganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Tak Harus dari Asia

Soccer
14 hari lalu

FIFA Sebut Piala Dunia 2026 Terlalu Besar, Tak Goyah meski Diganggu Konflik Timur Tengah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal