Mengenal Laut Hitam, Perairan Strategis yang Jadi Medan Perang Rusia dan Ukraina

Tika Vidya Utami
Laut Hitam atau Black Sea terletak di Eurasia, rute strategis sekaligus berbahaya karena menjadi medan pertempuran Rusia dan Ukraina (Foto: Reuters)

Laut Hitam terhubung ke Samudera Atlantik melalui Laut Mediterania serta Laut Aegea. Selat Bosporus menghubungkannya ke Laut Marmara serta Selat Dardanella menghubungkannya ke wilayah Laut Aegea di Mediterania. 

Jalur Laut Hitam kerap dilalui kapal pengangkut barang dari Eropa Timur ke belahan dunia. Selain itu, jalur Laut Hitam juga sering dijadikan tempat wisata dan penelitian oleh para ilmuwan. Bagi para ilmuwan, Laut Hitam merupakan surga penelitian. 

Meski dikenal dengan Laut Hitam, ternyata laut ini tidak berwarna hitam. Air di Laut Hitam berwarna biru seperti perairan pada umumnya. 
Terkait penamaan Laut Hitam ada yang beranggapan berasal dari kandungan benda logam, tumbuhan mati, dan hewan yang tenggelam dalam jangka waktu lama di laut tersebut. 

Selain itu, ada argumen lain yang mengatakan badai selama musim dingin membuat air tampak hitam, sehingga para pelaut menyebutnya dengan Laut Hitam.

Melansir laman Black Sea NGO Network, total luas wilayah Laut Hitam hampir sepertiga ukuran Benua Eropa. Selain itu, Laut Hitam juga menjadi salah satu cekungan air pedalaman terbesar di dunia, hampir seluruh cekungannya terisolasi dari jalur perairan dunia. 

Laut Hitam juga menerima kiriman air dari beberapa sungai besar di Eropa. Karakter air sungai yang cenderung tawar dan bercampur air laut yang asin mengakibatkan kadar oksigen di perairan menjadi berkurang. Di kedalaman lebih dari 180 meter, kadar oksigen di laut ini terbilang rendah. 

Tingkat kadar garam air laut yang kurang dari 20 persen juga mengakibatkan keanekaragaman hayati di Laut Hitam rendah. Selain itu, Laut Hitam diketahui mengandung hidrogen sulfida yang dihasilkan oleh bakteri pengurai bahan organik yang mati di dasar laut. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

57 tahun lalu

Putin Sindir Negara Barat yang Yakin Ukraina Akan Menang Perang: Tunggu Saja!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal