Sejak itu dia bekerja lebih keras, narik bajaj dari rumah pukul 06.00 sampai tengah malam. Namun kelamaan dia berpikir, tak mungkin bisa membiayai cucunya bersekolah tinggi dengan hanya mengandalkan penghasilan dari menarik bajaj.
"Apakah saya bisa mendapatkan 10.000 rupee (sekitar Rp2 juta) sebulan. Setelah menghabiskan 6.000 rupe untuk biaya sekolah mereka, saya hanya memiliki sisa 4.000 rupee untuk memberi makan keluarga, terdiri dari tujuh orang," tuturnya.
Keluarganya hampir tidak makan, menyebabkan istri Deshraj sakit. Dia terpaksa meminta derma dari orang dengan mendatangi rumah demi rumah demi membiayai pengobatan sang istri.
“Tapi, semuanya tampak sepadan pada tahun lalu, cucu perempuan saya memberi tahu dia telah mendapatkan nilai 80 persen dalam ujian kelas ke-12. Saya berada di awan. Sepanjang hari, saya memberi tumpangan gratis kepada semua pelanggan. Dia berkata kepada saya, 'Dadaji, saya ingin mengambil pelatihan B.Ed di Delhi,” ucapnya.
Sejak itu dia menjual rumah untuk membiayai pendidikan sang cucu. Dia mengirim istri, menantu, dan cucu lainnya, ke rumah kerabat di desa. Deshraj pun sehari-hari tinggal di bajajnya di Mumbai.
Setahun sudah dia menjual rumah demi pendidikan cucunya dan tidak menyesali apa pun.