Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Trump mengancam akan menyerang Iran apabila gelombang demonstrasi besar yang mengguncang negara itu terus menelan korban jiwa. Araghchi menilai ancaman itu dibangun di atas narasi yang sengaja dikondisikan.
Araghchi menegaskan Iran siap menghadapi segala kemungkinan jika AS memilih jalur militer. Dia menegaskan, kemampuan militer Iran telah meningkat signifikan sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada Juni 2025.
Di akhir pernyataannya, Araghchi menegaskan Iran tidak akan membiarkan kelompok teroris yang didukung pihak luar, terutama Israel, melanjutkan aktivitas mereka di wilayah Iran.
Meski demikian pemerintah Iran menjajaki kemungkinan pertemuan dengan utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, atau opsi lain guna mencegah pecahnya perang. Namun, dia meragukan kesungguhan Amerika Serikat untuk terlibat dalam dialog yang konstruktif selama ancaman serangan terus disampaikan secara terbuka.