Menlu AS Rubio Sebut Hamas Makin Senang dengan Pengakuan Negara Palestina oleh Prancis

Anton Suhartono
Menlu AS Marco Rubio mengecam Prancis yang akan mengumumkan pengakuan negara Palestina di Sidang Umum PBB (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengecam Prancis yang akan mengumumkan pengakuan negara Palestina di Sidang Umum PBB pada September mendatang. Dia juga mengaitkan keputusan Macron tersebut dengan gagalnya gencatan senjata di Gaza.

Menggunakan narasi yang mirip dengan Israel, Rubio menyebut pengumuman yang disampaikan Presiden Emmanuel Macron itu menjadi pemecut semangat bagi Hamas. Israel selalu mengaitkan pihak atau negara yang mendukung perdamaian di Gaza dengan kelompok perlawanan yang menguasai Jalur Gaza tersebut. Sebaliknya, pemerintahan Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak menghendaki perang berakhir.

Dalam wawancara dengan Eternal Word Television Network belum lama ini, Rubio menyebut Hamas terdorong semangatnya oleh keputusan Presiden Macron.

"Perundingan dengan Hamas gagal pada hari Macron membuat keputusan sepihak bahwa dia akan mengakui negara Palestina," kata Rubio, seperti dilaporkan kembali RT.

Dia berandai-andai, jika berada di pihak Hamas maka akan memilih menghindari gencatan senjata.

"Jangan sepakati gencatan senjata, kita bisa diberi imbalan, kita bisa mengklaimnya sebagai kemenangan," kata Rubio.

Keputusan Prancis itu jelas membuat Israel dan AS terkejut. Prandis menjadi negara G7 pertama yang mengakui Palestina. Kemudian beberapa negara anggota G7 lain seperti Inggris, Kanada, dan yang terbaru Australia, mengikuti jejaknya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

9 WNI Ditangkap Israel, RI Minta Bantuan Yordania hingga Turki untuk Pembebasan

Internasional
8 jam lalu

87 Aktivis Global Sumud Flotilla Mogok Makan di Penjara Israel, Ini Tuntutannya

Buletin
9 jam lalu

Video Baru Hizbullah: Rudal dan Drone Kamikaze Lumpuhkan Tank Merkava Israel

Internasional
11 jam lalu

AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal