Menlu AS Sebut Gaza Tak Bisa Lagi Dipimpin Hamas, Nasib Warga Sipil Tak Jelas

Muhammad Fida Ul Haq
Menlu AS Anthony Blinken menyebut Hamas tak bisa lagi pimpin Gaza (Foto: Reuters)

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden berbicara lewat telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (7/11/2023). Dalam kesempatan itu, dia mendesak Tel Aviv untuk menyetujui gencatan senjata selama tiga hari di Gaza.

Menurut Biden, gencatan senjata sementara itu bertujuan untuk memfasilitasi kemungkinan pembebasan beberapa tawanan yang ditahan oleh para pejuang Hamas di Gaza. 

Laman berita Axios melaporkan, Amerika Serikat, Israel, Qatar, dan Hamas sedang mendiskusikan usulan tersebut. Harapannya, Hamas bakal membebaskan 10-15 tawanan selama masa jeda perang tersebut. Kelompok pejuang Palestina itu juga berkesempatan untuk memverifikasi identitas para tawanan lain dan memberikan daftar nama orang-orang yang berada dalam penahanannya.

Akan tetapi, Netanyahu menyampaikan keraguannya mengenai niat dan kesediaan Hamas untuk terlibat dalam perundingan terkait nasib para tawanan itu.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Diam-Diam, Hamas Hubungi Pemerintah Indonesia soal Pengiriman Pasukan ke Gaza

Internasional
4 jam lalu

Trump Sebut Presiden Israel Tak Mau Ampuni Netanyahu karena Takut Kehilangan Jabatan

Internasional
6 jam lalu

Trump Akan Umumkan Rekonstruksi dan Pengiriman Pasukan ke Gaza Pekan Depan

Internasional
7 jam lalu

Israel Ungkap Hamas Masih Miliki 20.000 Pejuang dan Puluhan Ribu Senapan AK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal