Sebelumnya, Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan telah menyerang beberapa lokasi di sepanjang Teluk Persia pada Rabu dini hari waktu setempat. Serangan tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter AG-64 Apache yang sedang melakukan patroli di dekat Selat Hormuz.
Trump bahkan berjanji akan memberikan respons tegas atas insiden tersebut. Langkah itu kemudian diwujudkan melalui operasi militer yang menyasar fasilitas pertahanan Iran.
Namun, versi Iran berbeda dengan klaim AS. Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, menyebut serangan AS tidak menghantam instalasi militer, melainkan mengenai dua waduk air. Akibat serangan tersebut, pasokan air ke Distrik Bamani yang berada di dekat Kota Sirik dilaporkan terputus. Insiden itu menambah ketegangan antara Teheran dan Washington yang dalam beberapa pekan terakhir terus meningkat.
Pernyataan keras Araghchi menandai sikap Iran yang tidak akan mundur menghadapi tekanan militer AS. Ancaman balasan dari Teheran juga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Teluk Persia yang merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia.