Dalam pernyataan yang dibacakan penyiar berita itu, Mojtaba mengatakan Iran bisa menggunakan Selat Hormuz sebagai alat untuk menekan serta memastikan serangan terhadap negara-negara Arab yang membantu AS dan Israel menyerang negaranya.
Menurut intelijen Israel, Mojtaba kemungkinan mengalami luka dalam gelombang serangan pertama pada awal pecahnya perang. Klaim itu dibantah para pejabat Iran.
Mojtaba juga bersumpah akan membalas atas setiap nyawa yang terenggut dalam perang tersebut, termasuk mereka yang tewas akibat serangan terhadap sekolah. Dia menegaskan, Iran akan menuntut ganti rugi dari musuh, merujuk pada AS.
"Jika mereka menolak, kami akan merampas aset mereka atau menghancurkannya dalam jumlah yang sama," katanya.