Sergei Lavrov (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

MOSKOW, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov memperingatkan pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina bisa memicu konfrontasi langsung antara pasukannya dan NATO. Pernyataan Lavrov itu disampaikan untuk mengomentari Polandia yang pekan lalu mengungkapkan akan mengajukan proposal misi penjaga perdamaian ke Ukraina dalam pertemuan puncak NATO.

"Saya berharap mereka paham apa yang dibicarakan," kata Lavrov, saat berkunjung ke Institut Negeri Moskow untuk Hubungan Internasional, Rabu (23/3/2022).

"Ini akan menjadi bentrokan langsung antara angkatan bersenjata Rusia dan NATO yang semua orang, tidak hanya berusaha menghindarinya tapi juga menegaskan pada prinsipnya tidak boleh terjadi," ujarnya, menambahkan.

Rusia menuduh Ukraina menghentikan pembicaraan damai dengan membuat permintaan yang tidak bisa diterima. Ukraina bersedia untuk bernegosiasi tapi tidak mau menyerah atau menerima ultimatum Rusia.

Lavrov mengatakan, Ukraina mundur dari proposal yang dibuat sendiri sehingga sulit untuk mencapai terobosan dalam negosiasi.

"Pembicaraan telah dimulai, ini sulit karena pihak Ukraina terus-menerus berubah pikiran dan mundur dari usulannya sendiri," kata Lavrov.

Sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pembicaraan dengan Rusia berlangsung alot dan terkadang konfrontatif.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT