Merasa Terancam, Muslim di Jerman Tuntut Perlindungan Keamanan yang Lebih Baik

Nathania Riris Michico
Masjid di Jerman dijaga polisi. (FOTO: Deutsche Welle)

Serangan itu makin sering dan banyak kejadian yang tidak dilaporkan, karena pasukan polisi dan pengadilan Jerman belum punya sensibilitas dan pelatihan untuk masalah ini. Situasi makin parah, lanjut Mazyek, karena banyak korban juga segan melaporkan pelecehan dan serangan semacam itu.

Para Menteri Dalam Negeri negara-negara bagian di Jerman mendukung argumen Mazyek. Menurut statistik resmi, pada 2017 tercatat ada 1075 kejahatan Islamofobia dan 239 serangan terhadap masjid.

Data-data pada 2018 belum tersedia, tapi angka-angka awal menunjukkan bahwa lebih banyak korban terluka dari pada pada tahun sebelumnya. Antara Januari hingga September 2018, sebanyak 40 orang terluka dalam serangan Islamofobia.

Penelitian dua tahunan yang dilakukan yayasan politik Friedrich Ebert Stiftung (FES) tentang sentimen sayap kanan di Jerman menunjukkan betapa luasnya prasangka Islamofobia. Seri penelitian representatif ini diluncurkan pada 2006 dan membandingkan -antara lain- prasangka terhadap berbagai kelompok masyarakat.

Menurut studi itu, hampir 20 persen warga Jerman berpikir negatif tentang Muslim.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Penembakan Komunitas Yahudi di Australia, Kepolisian Jerman Perketat Penjagaan

Nasional
27 hari lalu

Wapres Gibran Bertemu Wakil Kanselir Jerman di Sela KTT G20, Bahas Penguatan Kerja Sama

Internasional
2 bulan lalu

Cawalkot Muslim New York Mamdani Unggul dalam Polling meski Dituduh Teroris

Seleb
3 bulan lalu

Viral Permintaan Maaf Siwon usai Posting Video Diklaim Islamofobia di Instagram

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal