Muslim Uyghur Dikabarkan Dilarang Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Pemerintah Otonom Xinjiang

Arif Budiwinarto
Dua orang muslim Uyghur berada di bawah pengawasan tentara Pemerintah China di kamp vokasi, Xinjiang

BEIJING, iNews.id - Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang, China, membantah isu yang menyebut muslim di wilayah tersebut dilarang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Isu tersebut diyakini sengaja dimainkan untuk memicu ketegangan antaretnis.

Dilansir dari Xinhua, isu tersebut muncul di website World Uyghur Congress. Isi beritanya yang disertai video menyebut warga muslim Uighur di wilayah Xinjiang sebagai sasaran persekusi selama Ramadan.

Bukan cuma dilarang menjalankan ritual keagamaan seperti solat, warga etnis Uyghur juga tidak diperkenankan berpuasa selama bulan suci Ramadan.

Juru Bicara Pemerintah Daerah Otonom Xinjiang, Ilijan Anayt, menuding isu tersebut sengaja dimainkan oleh kelompok Turkestan Timur yang berkinginan memisahkan diri dari Xinjiang, China.

Ilijan menegaskan bahwa tidak ada satu pun etnis Uyghur yang mengalami perlakukan diskriminatif karena memiliki keyakinan agama yang berbeda.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
5 hari lalu

Korban Tewas Banjir Nepal-China Nyaris 1.300 Orang, 5.000 Lebih Masih Hilang

7 hari lalu

Kerahkan Ratusan Alat Berat, China Buka Akses Jalan ke Perbatasan Nepal yang Lenyap akibat Banjir

7 hari lalu

Sinopsis Microdrama Bayi Jenius dan Istri Miliarder, Ada Plot Twist di Akhir!

8 hari lalu

Kisah 900 Siswa SMA Nepal Lolos dari Terjangan Banjir, Bus Terakhir Nyaris Dihantam Gelombang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal