Muslimah Uighur Dilaporkan Diperkosa Massal di Kamp Xinjiang, Begini Reaksi AS

Djairan
Salah satu kamp tempat penahanan orang-orang Uighur di China. (Foto: AFP)

Washington DC akan berbicara bersama-sama dengan sekutu untuk mengutuk kekejaman itu. Pemerintahan AS sejak era mantan Presiden Donald Trump telah menjatuhkan sanksi kepada pejabat dan perusahaan China yang terkait dengan kejahatan kemanusiaan di Xinjiang.

Sementara, pada pemerintahan Presiden Joe Biden, yang mulai menjabat pada 20 Januari lalu, telah menjelaskan rencananya untuk melanjutkan pendekatan yang cukup rumit ke Beijing, tentang laporan kejahatan kemanusiaan tersebut dan berbagai isu lainnya.

China menyangkal tuduhan tersebut. Penguasa negara komunis itu berdalih, kamp yang mereka dirikan di Wilayah Xinjiang hanya menyediakan pelatihan kejuruan untuk membantu membasmi ekstremisme dan separatisme.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
14 jam lalu

Israel Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza

18 jam lalu

Trump: Kita Kasih Iran Kesempatan Terakhir sebelum Dipenggal

19 jam lalu

Bantah Iran, Trump Kukuh Negosiasi Sedang Berlangsung

20 jam lalu

Netanyahu Tolak Mentah-Mentah Proposal Damai Gaza Fase II yang Diajukan Trump

1 hari lalu

Israel Bombardir Gaza Acuhkan Trump, Warga Palestina Sebut Perdamaian Hanya Ilusi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal