Muslimah Uighur Dilaporkan Diperkosa Massal di Kamp Xinjiang, Begini Reaksi AS

Djairan
Salah satu kamp tempat penahanan orang-orang Uighur di China. (Foto: AFP)

Washington DC akan berbicara bersama-sama dengan sekutu untuk mengutuk kekejaman itu. Pemerintahan AS sejak era mantan Presiden Donald Trump telah menjatuhkan sanksi kepada pejabat dan perusahaan China yang terkait dengan kejahatan kemanusiaan di Xinjiang.

Sementara, pada pemerintahan Presiden Joe Biden, yang mulai menjabat pada 20 Januari lalu, telah menjelaskan rencananya untuk melanjutkan pendekatan yang cukup rumit ke Beijing, tentang laporan kejahatan kemanusiaan tersebut dan berbagai isu lainnya.

China menyangkal tuduhan tersebut. Penguasa negara komunis itu berdalih, kamp yang mereka dirikan di Wilayah Xinjiang hanya menyediakan pelatihan kejuruan untuk membantu membasmi ekstremisme dan separatisme.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
8 jam lalu

Trump Bongkar Strategi Iran, Disebut Tunggu Partai Republik Kalah di Pemilu AS

12 jam lalu

Pidato di Sidang Umum PBB, Trump Sebut Harus Pilih: Berdamai atau Hancurkan Iran

24 jam lalu

Beda Partai, Trump Malah Puji Zohran Mamdani Usai Bertemu di New York

1 hari lalu

Trump Puji Zohran Mamdani: Wali Kota Hebat walau Beda Partai

1 hari lalu

Kanselir Jerman Sindir Era Trump, Hubungan dengan AS Tak seperti Masa Kennedy dan Reagan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal