Myanmar Membara, Ini Kata Kemlu soal Kondisi Terkini WNI di Sana

Antara
Aparat keamanan Myanmar telah membunuh 183 warga terkait demonstrasi menolak kudeta di negara itu. (Foto: Reuters)

“Kemlu dan KBRI terus memonitor perkembangan terakhir dan telah menyediakan akses hotline untuk membantu para WNI,” ungkap Kemlu mengacu pada nomor telepon yang bisa dihubungi untuk keadaan darurat.

Berdasarkan laporan Reuters, aparat keamanan Myanmar menembak mati sedikitnya 20 pengunjuk rasa prodemokrasi pada Senin (15/3/2021) dan junta memberlakukan darurat militer di beberapa bagian kota terbesar di negara itu, Yangon.

Pendukung Aung San Suu Kyi kembali turun ke jalan meski puluhan pengunjuk rasa tewas pada Minggu (14/3/2021), hari paling berdarah sejak kudeta militer pada 1 Februari 2021. Kekerasan aparat itu memicu demonstrasi massa di seluruh negeri.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) melaporkan, ada 74 orang tewas pada Minggu lalu. Kebanyakan di antaranya meninggal dalam demonstrasi di Hlaingthaya, sebuah kawasan pabrik.

Secara total, sampai hari ini sudah 183 orang terbunuh oleh aparat keamanan dalam beberapa pekan aksi protes terhadap kudeta dan jumlah korban meningkat secara drastis, kata kelompok itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemlu Pastikan RI Diundang Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Utus Dubes di Teheran

57 tahun lalu

Purbaya Bantah Incar Influencer dan Pedagang Online untuk Tarik Pajak Baru: untuk Semua WNI

57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

Demo Ricuh di Gedung Grahadi Surabaya, Polisi Tangkap 13 Perusuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal