Menurut Al Arabiya, permintaan AS terhadap Iran berfokus pada jaminan pembukaan jalur perairan strategis itu secara bebas. Dalam kondisi normal sebelum perang, Selat Hormuz dilalui sekitar 20 persen minyak global.
Meski demikian Al Arabiya melaporkan, Iran tak akan mengubah syarat pembukaan Selat Hormuz sebagaimana disampaikan sebelumnya. Pembukaan blokade Selat Hormuz tak bisa dibayar dengan pencabutan sanksi AS.
Iran menawarkan enam syarat kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz, yakni ganti rugi perang sebesar 300 miliar dolar AS. pencabutan penuh semua sanksi, pencairan semua aset Iran yang dibekukan, diperkirakan sebesar 100–123 miliar dolar, pencabutan blokade maritim, penarikan seluruh pasukan AS dari kawasan, dan gencatan senjata komprehensif yang mencakup Lebanon dan Gaza.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberlakukan operasi ekonomi terhadap Iran pada Senin (24/8/2026) sebagai kampanye sanksi sekunder menargetkan jalur ekonomi vital Iran di bidang aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan perkapalan.
Upaya tersebut bertujuan mengisolasi Iran secara finansial.