TEHERAN, iNews.id - Iran akan menggelar latihan perang gabungan dengan militer Rusia dan China pada pertengahan Februari mendatang. Latihan akan digelar di Samudera Hindia bagian utara.
Menariknya, latihan perang yang sebenarnya agenda rutin ini digelar di saat meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Kantor berita Tasnim melaporkan, latihan dengan sandi "Sabuk Keamanan Maritim" ini merupakan edisi kedelapan yang akan menyatukan unit-unit angkatan laut dari ketiga negara.
Menurut Tasnim, latihan tersebut akan melibatkan unit dari angkatan laut (AL) reguler hingga Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Latihan "Sabuk Keamanan Maritim" pertama kali digelar pada 2019 atas inisiatif AL Iran. Sejak itu tujuh latihan telah digelar.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang jika Iran menolak datang ke meja perundingan untuk melakukan negosiasi nuklir.
Namun ancaman itu dibalas Iran dengan peringatan balik, setiap serangan AS akan dibayar tuntas dengan segera dan menyakitkan. Di saat yang sama Iran tetap terbuka untuk melakukan negosiasi, namun dengan syarat harus adil, seimbang, dan tidak memaksa.