Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari Israel mengatakan pada konferensi pers pada 19 Maret bahwa perang dapat berakhir “jauh lebih cepat daripada yang dipikirkan orang,” meskipun ia tidak memberikan jadwal waktu yang konkret.
Dia sesumbar Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium serta memproduksi rudal balistik, meski masih ada tugas untuk diselesaikan.
Pernyataan itu disampaikan setelah Iran menyerang fasilitas minyak dan gas di Israel, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Serangan itu sebagai balasan atas gempuran Israel terhadap ladang gas alam terbesar Iran, South Pars.
Serangan tersebut juga semakin mengguncang pasar energi global, yang telah terguncang oleh blokade Iran terhadap Selat Hormuz, jalur bagi sekitar seperlima minyak dunia.