NATO Ingin Eropa Jadi Zona Schengen Militer, Begini Peringatan Keras Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi relasi NATO dan Uni Eropa. (Foto: Reuters)

“Aliansi (NATO) ini selalu menganggap negara kami sebagai apa yang disebut musuh nosional. Sekarang mereka secara terbuka menganggap negara kami sebagai musuh yang nyata. (Pernyataan Sollfrank) ini tidak lebih dari sekadar memicu ketegangan di Eropa yang mempunyai konsekuensi,” kata Peskov kepada wartawan, Jumat (24/11/2023).

Dia menuturkan, gagasan “Zona Schengen Militer” semakin menunjukkan bahwa Eropa tidak mau mendengarkan kekhawatiran Rusia soal masalah keamanan regional. Eropa bahkan siap meningkatkan keamanannya sendiri dengan mengorbankan Rusia.

“NATO-lah yang terus-menerus memindahkan infrastruktur militernya ke arah perbatasan kami (Rusia). Bukan kami yang bergerak menuju infrastruktur NATO,” ujar Peskov. 

“NATO bergerak ke arah kami. Dan ini pasti menimbulkan kekhawatiran dan mengarah pada tindakan pembalasan (dari Rusia) untuk menjamin keamanan kami sendiri,” kata dia.

Sejak berakhirnya Perang Dingin dan runtuhnya Uni Soviet, NATO telah memperluas wilayahnya sekitar 1.000 km ke arah timur, mencakup negara-negara bekas Pakta Warsawa seperti Polandia dan negara-negara Baltik. NATO juga melipatgandakan panjang sayap timurnya menjadi beberapa negara, hingga totalnya kini 4.000 kilometer.

Saat ini, NATO secara aktif mendukung Ukraina dalam perang melawan Rusia. Kiev pun berharap suatu hari nanti dapat bergabung dengan aliansi militer pimpinan Amerika Serikat tersebut. 

Namun NATO sendiri tidak ingin berperang dengan Rusia, lantaran para pemimpin Barat juga takut mengingat luasnya persenjataan nuklir yang dimiliki Moskow.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

3 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

3 hari lalu

Trump Bela Kesepakatan Solar dengan Rusia, Zelensky Murka: Putin Dapat Duit untuk Perang!

3 hari lalu

Blak-blakan Sentil Zelensky, Trump: Sudah Waktunya Ukraina Ganti Presiden

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal