KAIRO, iNews.id - Negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia dilaporkan marah dan kecewa kepada Washington setelah wilayah mereka dihujani drone dan rudal Iran. Mereka mengaku tidak diberi peringatan sebelumnya mengenai serangan AS dan Israel ke yang memicu balasan besar-besaran tersebut.
Pejabat dari dua negara Teluk menilai, pemerintahan Presiden Donald Trump tidak memberi waktu bagi mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi gempuran drone dan rudal Iran, sebagai balasan atas serangan yang diluncurkan AS dan Israel. Bahkan, menurut mereka, Washington juga mengabaikan peringatan bahwa perang terhadap Iran memiliki konsekuensi yang menghancurkan dan berdampak besar bagi seluruh kawasan.
Seorang pejabat Teluk mengatakan, negara-negara Teluk merasa frustrasi dan marah karena militer Amerika dianggap lebih fokus melindungi Israel serta pasukan AS dan tidak cukup membela mereka. Negara-negara Teluk harus menghadapi serangan balasan Iran sendiri.
"Persediaan rudal pencegat kami berkurang dengan cepat," kata pejabat tersebut, dilansir dari AP, Jumat (6/3/2026).
Para pejabat negara-negara Teluk berbicara secara anonim karena membahas masalah diplomatik rahasia.
Pemerintah Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain tidak menanggapi permintaan komentar atas pernyatan ini.